27 Jun 2010
Bagi Rapot
Term 1
Raisha’s okay now (setelah masa nangis2 yang cukup panjang di awal masuk Reception, padahal waktu Kindergarten aja cuma 2 hari, padahal lagi, temen, kelas, dan lingkungannya itu2 aja). She could follow the lessons, could work neat and tidy, she’s happy in the class, that we should not be worried about her. Only she found it hard when she had to start something new. She would be whining with a desperate face, “Teacher, I can not do it, how to do it, teacher.” For example, yesterday, when I told the students to write a sentence, ‘The mug is on the table’ and draw an illustration of it. But when I gave her an example of drawing, she really could copy it nicely. So, she just needed a little encouragement when she felt frustrated.
Term 2
Remember when I told you last term that she always said, “Teacher, I can not do it, how to do it teacher?”, when Raisha had to start something new?
Now, she did not do it anymore. The last time I told the students to write a sentence, ‘My favourite food is chicken’ and an illustration of it, she drew a girl, a table and a plate on the table. When I asked her, “Where is the chicken, Raisha?”
She answered, “Finish. It’s already in my tummy, it’s my favourite food.”
In other words, she was going better and better. She knew alphabet very well, she was doing fine with number, she was always good in spelling tests, she was always happy to come to school. You don’t need to worry about her, she already can adapt to reception class.
Term 3
Please have a sit (sambil nunjuk kursi kecil di hadapannya, di atas meja kecil tempat anak2 tk belajar, ada setumpuk buku hasil kerja Raisha selama setaun ini di kelas).
These are the places for our top students to sit every day (saya merhatiin beberapa meja kecil yang disatuin, di sekelilingnya ada kursi2 kecil seperti yang saya dudukin). This group of students only needs a little bit of instructions with minimum attention. They can work independently without help, they can easily understand what they need to do, which is very much lessen the teachers work as we can pay attention to the other students who need more aid.
This is where Raisha sits…
If you’re wondering how her exam was, I can tell you that she passed the exam with the flying marks. You must be proud of her.
And if the principal asked me whether Raisha can go up to year 1, I will definitely say YES!
Jadi akhirnya begitulah…, nganter Mas dulu ke kantor dan balik lagi ke sekolah Raisha.
Dia juga udah selalu minta turun ikut teteh klo nganter teteh sekolah.
Ngakunya sih bukan penggemar Dee. Apalagi setelah baca buku pertamanya yang menghebohkan itu, Supernova I: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Kayaknya maksa banget gitu masukin unsur2 sci-tech-nya. Jadinya malah ga enak dibaca. Abis tu baca Supernova II, meski lebih sederhana tapi malah ga bisa menikmati ceritanya. Kurang filosofis kali ya akunya. Tapi pas baca Supernova III malah demen. Ceritanya lucu, pilihan kata dan kalimatnya juga bikin ngakak, hiburan banget, ngakak sendirian. Abis itu malah terus baca Filosofi Kopi yang standar2 aja. Tp suka banget sama Rectoverso yang ciamik mengeksplor dunia yang sangat personal. Curhat yang indah ceritanya.
Ga kerasa banget udah dua taun aja usiamu Din…
Baca-baca beberapa review buku ini, koq banyak yang ga suka ya? Malah ada yang komentar kalo ini adalah “a spectacular failure“.
” Dah lama banget ga nulis… Udah lebih dari empat bulan nih, weleh ke mana aja yaaa?
Terakhir yang bikin sibuk juga sih acara masak memasak. Tadinya acara masak selalu diusahakan selesai dalam tempo yang sesingkat-singkatnya; yang penting anak2 makan sehat. Sebagai akibatnya si emak maksain diri masak sehingga lama2 jenuh. Suatu waktu nemu majalah resep Rasa di tempat ibu Deasy. Majalah edisi taun 2008 sebenernya, terbitan Malaysia. Tapi temanya sedang membahas masakan Indonesia. Resepnya sendiri original dari restoran2 Indonesia yang ada di KL, kaya Sari Ratu, Wong Solo, Puti Bungsu. Jadilah mulai sibuk nyobain resep2nya. Ngedapur-lah kita di pagi buta supaya kemakan sama suami sebelum berangkat ke kantor. AlhamduliLlah sih rasanya memang sesuai, meski emang perlu dipertanyakan lagi kuantitas bumbu2 yang disebut di sana. Bayangin aja, ayam seekor disuruh dibumbuin 300gr lengkuas n 300gr jahe, yang bener ajaaa…. kayak apa rasanya yak. Ya pokonya dengan sedikit mengkritisi jumlah bumbu, rasa masakan memang seperti yang di Sari Ratu ituh. Jadinya jatah nginternet di pagi buta sebelum anak dan suami bangun, hilang sudah. Jadilah ya begini, ga nulis2 sampe sekian lama 