Recent Books I Read
Awalnya cuma penasaran, kenapa buku Laskar Pelangi bisa jadi national best seller. Bahkan waktu temen SMA-ku Andi maen ke sini, dia cerita kalo acara bedah buku ini fully booked by guru-guru di Indonesia jauh sebelum hari pembedahan. Nemu di rak bukunya Aca, jadi dakyu baca-baca deh. Awalnya bosenin, jadi baru 10 halaman dah berenti. Trus baca ulasannya Ime’ di multiply-nya (gw cari2 link-nya ga nemu Me’), ternyata beliau juga mengalami hal yang sama, bosen pas awal baca. Bedanya, akhirnya dia menyelesaikannya dan mengacungkan jempol buat novel ini.
Akhirnya saya pinjem deh buku Laskar Pelangi ke rumah. Perlu kesabaran buat melalui rasa bosen di awalnya sebelum akhirnya saya jatuh cinta pada ceritanya.
Waktu kemaren Ibu n Bapa dateng, sekalian minta dibawain Sang Pemimpi dan Edensor, buku kedua dan ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi.
Gaya penulisan untuk buku kedua dan ketiga ini masih mirip dengan yang pertama, Laskar Pelangi, tapi menurut saya sih jauh lebih smooth dalam menyisipkan istilah2 ilmiah. Ga kerasa maksain dan ikut mengalir dengan ceritanya. Jadi lebih enak dibaca, sementara isinya pun tak kalah menarik dengan yang pertama.
Soal isi ceritanya… silakan dibaca sendiri deh ya 🙂
Bertahun-tahun membaca berbagai buku, banyak yang bagus, yang menarik, yang asik, yang ga ada isinya juga lebih banyak. Bertahun2 juga meski banyak yang menurut saya bagus, buku favorit saya tak pernah bertambah dari Tetralogi Pramoedya, Alchemist-nya Paulo Coelho, dan One Hundred Years of Solitude-nya Gabriel Garcia Marquez, kali ini akhirnya saya memasukkan Tetralogi Laskar Pelangi (maksudnya baru 3 deng, yang ke-4 blom baca) ke deretan buku favorit saya.
Ada yang mau ngirimin Maryamah Karpov ke sini??? 🙂